Kartu Pos dari Surga. Agus Noor. Mobil jemputan sekolah belum lagi berhenti, Beningnya langsung meloncat menghambur. "Hati-hati!" teriak sopir. Tapi gadis kecil itu malah mempercepat larinya. Seperti capung ia melintas di halaman. Ia ingin segera membuka kotak pos itu. Pasti kartu pos dari Mama telah tiba. Cerpen "Kartu Pos dari Surga" dapat dianalisis menggunakan pendekatan semiotik karena dari judul cerpen tersebut memiliki simbol yang berarti suatu kabar dari alam lain lewat sebuah kartu pos dengan tanda-tandanya, yaitu kartu pos itu terbuat dari kain kafan dan pinggirannya coklat terbakar sehingga terlihat seperti motif. Kartu Pos dari Surga Agus Noor Mobil jemputan sekolah belum lagi berhenti, Beningnya langsung meloncat menghambur. "Hati-hati!" teriak sopir. Tapi gadis kecil itu malah mempercepat larinya. Seperti capung ia melintas di halaman. Ia ingin segera membuka kotak pos itu. Pasti kartu pos dari Mama telah tiba. Cerita pendek "Kartu Pos dari Surga" beralur mundur. Cerita diawali dari kondisi tera-khir Bening yang amat merindukan kartu pos dari mamanya. Berikutnya diceritakan kondisi kehidupan Ren, Marwan, da Bening. Pada akhir cerita, setelah membaca bahasa yang tersirat, pembaca dapat menyimpulkan bahwa Ren telah meninggal di luar kota yang tidak - Gaya bahasa yang digunakan pengarang dalan cerpen ini adalah gaya Bahasa Kias/Simbol: (1) Kartu pos dari surga ini memiliki simbol suatu kabar dari alam lain lewat sebuah kartu pos dengan tanda-tandanya, yaitu kartu pos itu terbuat dari kain kafan dan pinggirannya coklat terbakar agar terlihat seperti motif. (2) Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen "Kartu Pos dari Surga" karya Agus Noor memiliki unsur intrinsik cerpen berupa tokoh dan penokohan, alur, latar, dan tema. Tokoh dan penokohan yang terdapat dalam cerpen merupakan tokoh-tokoh protagonis dengan satu tokoh utama dan empat tokoh tambahan. sebagai hasil dari sentuhan jenius sang seniman dalam prosedur yang baku pula. Ini yang kemudian disebut sebagai "seni murni". Tapi semenjak munculnya gerakan Dadaisme di Eropa dan Amerika, bobot kehadiran semacam itu mulai bergeser ke wilayah kemungkinan yang lebih cair; bahwa segala sesuatu adalah media, dan media adalah segala sesuatu. Jumlahnya terlalu banyak untuk dihitung, seperti kartu pos dari surga tropis. Dan jika Anda bersepeda keluar dari pemukiman, Anda dapat mengamati mereka sepuasnya. Quokka adalah alasan utama saya terus kembali ke pulau ini. Sekarang mungkin sudah tiga puluh kali dan mereka selalu membuat saya tersenyum. R40N4.